WHO Serukan Gerakan Lindungi Anak dari Kontaminasi Obat Batuk Sirup

- Rabu, 25 Januari 2023 | 14:56 WIB
WHO Serukan Gerakan Lindungi Anak dari Kontaminasi Obat Batuk Sirup
WHO Serukan Gerakan Lindungi Anak dari Kontaminasi Obat Batuk Sirup

SiJOGJA (JAKARTA) - Organisasi Kesehatan Dunia atau World Healt Organization (WHO) menyerukan tindakan 'bersama dan segera' untuk melindungi anak-anak dari kontaminasi obat.

Hal itu menyusul kasus kematian anak akibat obat batuk sirup pada 2022 lalu.

Pada tahun lalu, lebih dari 300 anak, sebagian besar balita, di Indonesia, Gambia, dan Uzbekistan meninggal akibat gangguan ginjal akut, yang dikaitkan dengan kontaminasi obat.

Obat batuk sirup yang dijual bebas itu memiliki kandungan dietilen glikol dan etilen glikol yang tinggi.

"Kedua kontaminan itu adalah kimia beracun yang digunakan sebagai pelarut industri dan bahan antibeku, yang bisa menjadi fatal meski diminum dalam jumlah kecil," ujar WHO, dalam keterangan tertulis Divisi Humas Polri,  Rabu 25 Januari 2023.

WHO mengatakan tujuh negara telah melaporkan temuan obat batuk sirup tercemar dalam empat bulan terakhir.

Untuk itu WHO telah mengeluarkan peringatan pada Oktober 2022 dan Januari 2023 agar obat-obatan tertentu ditarik dari peredaran.

Obat-obatan tersebut diproduksi oleh Maiden Pharmaceuticals dan Marion Biotech di India.

Yang masing-masing dikaitkan dengan kematian di Gambia dan Uzbekistan.

Halaman:

Editor: Ardian Sijogja

Tags

Terkini

Lantik 74 ASN, ini Pesan Bupati Sleman

Selasa, 31 Januari 2023 | 23:59 WIB

Simak Pesan Kapolda DIY Saat Hadir Di HUT Satpam Ini

Senin, 30 Januari 2023 | 23:49 WIB

Pesan Sultan HB X Untuk Yayasan Jantung Indonesia

Senin, 30 Januari 2023 | 23:31 WIB

Hadiri Apel Akbar PCNU, Ini Kata Bupati Sleman

Minggu, 29 Januari 2023 | 21:33 WIB

PDI Perjuangan Jogja Bersihkan Kampung dan Tanam Pohon

Minggu, 29 Januari 2023 | 21:25 WIB

Menyimak Paparan Rektor UGM Soal Konsep HPU

Jumat, 27 Januari 2023 | 23:59 WIB
X