Prof Trias Aditya Kurniawan Muhammad Dikukuhkan Jadi Guru Besar Pertama Teknik Geodesi UGM

- Rabu, 25 Januari 2023 | 02:29 WIB
Prof Trias Aditya Kurniawan Muhammad Dikukuhkan Jadi Guru Besar Pertama Teknik Geodesi UGM
Prof Trias Aditya Kurniawan Muhammad Dikukuhkan Jadi Guru Besar Pertama Teknik Geodesi UGM

SiJOGJA (SLEMAN) - Dosen Departemen Teknik Geodesi, Fakultas Teknik, Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta Prof. Ir. Trias Aditya Kurniawan Muhammad, S.T., M.Sc., Ph.D., IPU., dikukuhkan sebagai Guru Besar pada Fakultas Teknik UGM di ruang Balai Senat, Gedung Pusat UGM.

Sebagai Guru Besar pertama di Departemen Teknik Geodesi UGM sejak berdirinya tahun 1959, Trias mengaku sangat bersyukur karena cita-cita dari guru-guru dan para alumni agar ada Guru Besar di Teknik Geodesi UGM dapat terpenuhi.

“Saya mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada para Ketua Departemen sekaligus juga guru-guru saya yang selalu memberikan bimbingan dan motivasi kepada saya untuk bekerja dengan dedikasi semenjak saya masuk menjadi Dosen di Teknik Geodesi,” kata Trias, dalam keterangan tertulis, Rabu 25 Januari 2023.

Pada pidato pengukuhannya yang bertajuk Interoperabilitas dan Usabilitas Peta Kolaboratif dalam Memajukan Infrastruktur Informasi Geospasial sebagai Fondasi Pengambilan Keputusan dan Pembangunan Pengetahuan untuk Tujuan Pembangunan Berkelanjutan, Trias menyampaikan Undang-Undang dan Peraturan yang mengamanatkan implementasi Infrastruktur Informasi Geospasial (IIG), namun di lapangan efektivitas dan efisiensinya dalam memfasilitasi berbagi data dan sebagai platform kolaborasi antar lembaga dan masyarakat belum optimal.

Padahal kemitraan yang seharusnya menjadi inti semangat pembangunan IIG belum terejawantahkan dengan baik.

“Fondasi penting yang ada dalam bangunan IIG seperti spesifikasi teknis tentang data yang banyak diperlukan oleh lebih dari satu kementerian dan Lembaga serta pemerintah daerah belum tersusun model data acuan, daftar kode serta metadatanya sehingga heterogenitas sintaks, skema dan semantik terus saja tidak terselesaikan dan terkesan tumpang tindih kewenangan,” kata pria kelahiran Yogyakarta, 22 April 1975 ini.

Selain itu, metadata belum menjadi luaran yang dianggap penting dalam siklus pemetaan di Indonesia, meskipun seharusnya metadata geospasial dapat menjadi kunci keberhasilan pengelolaan data bagi produsen data dan guna mewujudkan kemudahan pencarian data bagi pengguna.

Menurutnya, salah satu kendala besar dalam mewujudkan kebijakan satu peta adalah tidak tersedianya metadata yang mencukupi tentang data dan peta yang dihasilkan oleh setiap Lembaga.

Terutama dalam hal kualitas data terkait akurasi geometri, informasi sistem koordinat acuan, akurasi atribut serta riwayat data seringkali tidak tersedia sehingga terjadi kerumitan dalam melakukan penilaian kualitas data yang akan diintegrasikan.

Halaman:

Editor: Ardian Sijogja

Tags

Terkini

Lantik 74 ASN, ini Pesan Bupati Sleman

Selasa, 31 Januari 2023 | 23:59 WIB

Simak Pesan Kapolda DIY Saat Hadir Di HUT Satpam Ini

Senin, 30 Januari 2023 | 23:49 WIB

Pesan Sultan HB X Untuk Yayasan Jantung Indonesia

Senin, 30 Januari 2023 | 23:31 WIB

Hadiri Apel Akbar PCNU, Ini Kata Bupati Sleman

Minggu, 29 Januari 2023 | 21:33 WIB

PDI Perjuangan Jogja Bersihkan Kampung dan Tanam Pohon

Minggu, 29 Januari 2023 | 21:25 WIB

Menyimak Paparan Rektor UGM Soal Konsep HPU

Jumat, 27 Januari 2023 | 23:59 WIB
X