Langkah Hasto Wardoyo Percepat Masalah Stunting di Indonesia

- Senin, 23 Januari 2023 | 20:57 WIB
Hasto Wardoyo (Ist)
Hasto Wardoyo (Ist)

SiJOGJA.COM: Kepala BKKBN Dr (HC), dr Hasto Wardoyo mengajak seluruh pihak untuk bersama melangkah, bergotong royong mengatasi kondisi mental emotional dissorder di Indonesia agar kualitas kesehatan hidup masyarakat lebih baik.

Kasus gangguan emosi pada remaja, yang disebut "setengah kopling" penting jadi perhatian agar adanya bonus demografi Indonesia bisa benar-benar mewujudkan target pencapaian Indonesia Emas pada 2045.

"Selain angka stunting 24,4 persen di Indonesia, masalah ini penting jadi perhatian semua dan di 2022 bisa turun 21 persen. Kondisi remaja kita itu ada yang setengah kopling, fenomena klithih dan lain lain penting diatasi bersama-sama," kata Hasto Wardoyo, Kepala BKKBN, Senin, 23/1/2023.

Mengutip data yang ada, kondisi setengah kopling ini angkanya 6,9 persen di 2013 menjadi 9,8 persen di 2018. Kondisi remaja dengan gangguan mental kalau diajak kerja itu sulit, diserahi tanggung jawab seenaknya sendiri, bekerja kantoran seenaknya sendiri, sering bolos.

"Kalau diskusi mau menang sendiri, ada yang model begini bikin kacau situasi. Ada kondisi mental emotional dissorder, kala jadi Bupati saya sudah hapal bagaimana yang model begini. Di Kulonprogo setiap 100 ada 4-5 orang yang alami hal ini. Kalau diberikan pekerjaan tidak selesai, minta ijin seminggu diberi dua minggu.

Orang dengan mental emotional dissorder ini njelehi, kalau ada orang begini bikin mumet. Kalau tidak ada malah enak, jadi kalau ada arisan PKK cerita saja tentang dirinya. Semua hal disampaikan soal anaknya, suaminya dan dirinya. kalau ada yang seperti ini, angel diatur, sulit diaturnya.

"Napza, ODGJ naik kalau alami kondisi begini. hal yang bikin sedih, DIY dan DI Aceh alami kondisi ini yang paling tinggi 7 per seribu penduduk," kata Hasto Wardoyo, Kepala BKKBN.

Langkah parenting atau pola pengasuhan anak yang baik disertai gizi yang cukup penting diberikan. Penciptaan kondisi lingkungan sosial beri dukungan, keberadaan jamban bersih, lokasinya septik tank berjarak cukup dengan sumber air (sumur) antar rumah tangga, atau ada IPAL bersama lebih baik di perkotaan sangat penting.

"Di Yogyakarta ini, sebaiknya penduduk terkoneksi PDAM sebab kualitas air perkotaan mengandung e-coli tinggi. Kalau dibiarkan bisa sebabkan diare dan sumbangkan stunting karena berat badan tidak ideal pada balita. Kita bersyukur, kondisi stunting DIY masuk tiga terkecil di IndonesiaIndonesia setelah Bali dan DKI Jakarta," kata Hasto Wardoyo, Kepala BKKBN.

Halaman:

Editor: Antonius P.W

Tags

Terkini

Lantik 74 ASN, ini Pesan Bupati Sleman

Selasa, 31 Januari 2023 | 23:59 WIB

Simak Pesan Kapolda DIY Saat Hadir Di HUT Satpam Ini

Senin, 30 Januari 2023 | 23:49 WIB

Pesan Sultan HB X Untuk Yayasan Jantung Indonesia

Senin, 30 Januari 2023 | 23:31 WIB

Hadiri Apel Akbar PCNU, Ini Kata Bupati Sleman

Minggu, 29 Januari 2023 | 21:33 WIB

PDI Perjuangan Jogja Bersihkan Kampung dan Tanam Pohon

Minggu, 29 Januari 2023 | 21:25 WIB

Menyimak Paparan Rektor UGM Soal Konsep HPU

Jumat, 27 Januari 2023 | 23:59 WIB
X