• Senin, 26 September 2022

Atasi Persoalan Sampah Berulang, Layanan Angkutan Sampah Digital 'Pasti Angkut' Diluncurkan

- Selasa, 20 September 2022 | 09:59 WIB
Direktur PT. Kelola Sampah Kita yang merupakan pembuat aplikasi Pasti Angkut, Salva Yurivah Saragih
Direktur PT. Kelola Sampah Kita yang merupakan pembuat aplikasi Pasti Angkut, Salva Yurivah Saragih

SiJOGJA.COM : PT. Kelola Sampah Kita bekerjasama dengan Desa Panggungharjo, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta menghadirkan digitalisasi pelayanan pengambilan sampah lewat aplikasi ‘Pasti Angkut’.

Kehadiran aplikasi ini untuk membantu mengatasi persoalan sampah rumah tangga sembari mengedukasi dan mengajak masyarakat bertanggung jawab terhadap sampahnya.

Direktur PT. Kelola Sampah Kita yang merupakan pembuat aplikasi Pasti Angkut, Salva Yurivah Saragih menyebut pemilihan KUPAS Panggungharjo sebagai proyek percontohan karena ketersediaan 1500 pelanggan yang berpotensi menerapkan pemilahan sampah sendiri.

“Jadi ini adalah aplikasi paripurna yang melayani pengelolaan sampah dari hulu sampai hilir. Konsumen akan merasakan pengalaman baru dalam pengambilan, manajemen dan pengelolaan sampah sehingga terbentuk ekosistem daur ulang,” katanya saat peluncurkan aplikasi itu Senin (19/9).

Lewat aplikasi ini, Salva memastikan nantinya setiap konsumen akan mendapatkan kepastian penjemputan sampahnya, pembayaran dihitung berdasarkan pemilahan sampah yang dihasilkan, dan mengajak masyarakat untuk tidak lagi tergantung pada tempat pembuangan besar seperti TPST Piyungan.

Karena sampah diolah langsung di desa. Kedepan, konsep ini akan dikembangkan ke banyak wilayah tidak hanya di Bantul.

Dari kacamata bisnis, Salva menuturkan aplikasi ini menawarkan ruang hidup bagi pengambil sampah mandiri (PSM) maupun mitra olah sampah mandiri. Lewat aplikasi ini mereka akan mendapatkan pendapatan berdasarkan proporsi sampah yang diambil dari konsumen.

“Ini aplikasi terbuka bagi siapa saja yang ingin terlibat dalam penanganan sampah. Konsumen bertanggung jawab sesuai dengan sampah yang dihasilkan, pengumpul dan pengolah sampah mendapatkan pembiayaan sesuai dengan besar sampah yang diambil. Tidak lagi flat iuran bulanan,” jelas Salva.

Kepala Desa Panggungharjo Wahyudi Anggoro Hadi menuturkan konsep yang ditawarkan dalam aplikasi ini adalah perubahan perilaku pengelolaan sampah di konsumen atau rumah tangga yang tidak pernah diintervensi pemerintah.

Halaman:

Editor: Antonius P.W

Tags

Terkini

ISI Yogyakarta Kembali Gelar Wisuda Luring

Sabtu, 17 September 2022 | 15:45 WIB
X