• Senin, 26 September 2022

Lewat Muhibah Budaya, DIY Rajut Budaya Mataram Dengan Trenggalek

- Jumat, 2 September 2022 | 16:16 WIB
Gubernur DIY Rajut Budaya Mataram Dengan Trenggalek (ist)
Gubernur DIY Rajut Budaya Mataram Dengan Trenggalek (ist)

SIJOGJA.COM: Kedatangan Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X ke Kabupaten Trenggalek, Kamis (01/09) sore dalam rangka menghadiri Malam Puncak Muhibah Budaya Trenggalek 2022 yang berangsung di Pendopo Manggala Praja Nugraha, Trenggalek, disambut hangat oleh antusiasme dari masyarakat Trenggalek. Ribuan masyarakat berkumpul memadati sepanjang Alun-Alun Trenggalek untuk menyaksikan secara langsung kedatangan rombongan kirab Gubernur DIY ini dengan penuh suka cita.

“Suatu kehormatan bagi delegasi Pemda DIY dapat hadir dalam Muhibah Budaya ini yang bukan sekadar kunjungan biasa, tetapi bermakna merajut persahabatan untuk merangkai kembali kesejarahan Mataram,” tutur Sri Sultan pada Malam Puncak Muhibah Budaya Trenggalek 2022, Kamis (01/09) malam.

poster permainan tradisional (ist)

Sri Sultan menyampaikan, khazanah sejarah dan budaya Mataram menjadi benang merah yang telah terajut abadi antara Daerah Istimewa Yogyakarta dan Kabupaten Trenggalek, sehingga sudah seyogianya untuk senantiasa dilestarikan. Oleh karena itu, Muhibah Budaya Trenggalek 2022 sekaligus menjadi momentum bagi Pemda DIY, merajut ulang komitmen memajukan budaya Mataram dengan Kabupaten Trenggalek untuk menumbuhkan lagi spirit ke-Indonesiaan.

“Bersama-sama kita nguri-uri kabudayan dalam semangat gendhon rukun, rumangsa melu andarbeni, wajib melu angrukubi,” ujar Sri Sultan.

Dikatakan Sri Sultan, sudah selayaknya warga Trenggalek berbangga karena hidup di sebuah wilayah yang penuh dengan histori dan budaya adiluhung. Trenggalek adalah sebuah daerah yang istimewa, terutama apabila ditilik dari sejarahnya.

Lebih lanjut, Sri Sultan mengutarakan, keterikatan sejarah antara DIY dan Kabupaten Trenggalek salah satunya bermula dari Perjanjian Giyanti tahun 1755, dimana Kerajaan Mataram terpecah menjadi Kasunanan Surakarta dan Kesultanan Yogyakarta. Wilayah Kabupaten Trenggalek terbagi ke dalam dua bagian, Panggul dan Munjungan masuk wilayah kekuasaan Bupati Pacitan, yang mengabdi kepada Kasultanan Yogyakarta, sedangkan bagian lainnya masuk ke dalam wilayah Bupati Ponorogo yang berada di bawah kekuasaan Kasunanan Surakarta.

Selain keterikatan sejarah, diungkapkan Sri Sultan, Kabupaten Trenggalek juga memiliki potensi dan cagar budaya yang beragam, sejak periode prasejarah dan berlanjut terus sampai periode sesudahnya. “Kondisi ini juga sama dengan Daerah Istimewa Yogyakarta, yang juga memiliki keragaman warisan dan cagar budaya dari periode prasejarah. Jelas sudah, Jogja dan Trenggalek menjadi istimewa juga karena esensi budaya,” ucap Sri Sultan.

Selain itu, Sri Sultan turut menyambut baik inisiatif dari Pemerintah Kabupaten Trenggalek untuk turut nguri-uri Budaya Mataram yang sejatinya merupakan persembahan untuk anak cucu di masa depan. Keagungan dan nilai-nilai edi peni dan adi luhung yang terkandung di dalamnya diharapkan Sri Sultan dapat menjadi living tradition di kehidupan masyarakat, diterapkan sebagai tuntunan hidup, demi tercapainya tataran masyarakat yang Gemah Ripah Loh Jinawi, Tata Tentrem Karta Raharja, mewujudkan Indonesia yang Panjang Dawa Pocapane, Punjung Luhur Kawibawane.

Halaman:

Editor: Antonius P.W

Tags

Terkini

ISI Yogyakarta Kembali Gelar Wisuda Luring

Sabtu, 17 September 2022 | 15:45 WIB
X