• Senin, 26 September 2022

RM Wibisono Maknai Tapa Bisu Mubeng Beteng Malam Suro 

- Senin, 1 Agustus 2022 | 17:10 WIB
Pelaku Pendamping Pengembangan UMKM dan Usaha Kreatif Masyarakat, RM Wibisono
Pelaku Pendamping Pengembangan UMKM dan Usaha Kreatif Masyarakat, RM Wibisono

SiJOGJA.COM  -- Mengusung semangat Menjaga Tradisi dan Merawat Budaya, Pelaku Pendamping Pengembangan UMKM dan Usaha Kreatif Masyarakat, RM Wibisono bersama kelompok Muda Berdaya Yogyakarta menjalani malam tahun baru Jawa 1 Sura atau tahun baru Islam 1 Muharam yang jatuh pada tadi malam, Sabtu Dini hari (30/7/2022) dengan ziarah makam raja-raja Mataram di Imogiri dan 'laku topo bisu mubeng benteng'.

Kegiatan itu merupakan perjalanan keliling benteng tanpa berbicara yang diikuti sekaligus sebagai momentum untuk perenungan diri atau refleksi terhadap hidup dan kehidupannya dengan melakukan tirakat atau "lelaku".

Tirakat yang dilakukan dengan hening itu sebagai bentuk refleksi manusia atas eksistensi dirinya. Eksistensi diri manusia yang ada karena adanya Sang Pencipta.

"Melalui perenungan diri dengan tirakat atau lelaku, saya mencoba melakukan evaluasi dan introspeksi diri, serta wujud sadar diri bahwa kita ada yang menghidupkan, yakni Tuhan," ujar Pelaku Pendamping Pengembangan UMKM dan Usaha Kreatif Masyarakat, RM Wibisono, Sabtu (30/7/2022).

Dengan tirakat atau lelaku, masyarakat dapat melakukan evaluasi terhadap segala perilaku atau perbuatan di tahun lalu untuk introspeksi diri di tahun baru ini, serta meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Tuhan.

Tirakat atau lelaku mengelilingi benteng keraton dalam keheningan total itu merupakan simbol keprihatinan sekaligus kesiapan masyarakat untuk menghadapi tahun yang akan datang.

Dengan sikap prihatin diharapkan masyarakat dapat mawas diri dan tidak berpuas diri terhadap segala sesuatu yang telah diraih pada tahun-tahun sebelumnya.

"Semoga dengan lebih mendekatkan diri pada Tuhan dengan meningkatkan amal ibadah ini, usaha mikro masyarakat dan kreatifitas masyarakat bisa lebih baik, lebih maju dan lebih makmur lagi," tambahnya.

Ritual "tapa bisu mubeng beteng" merupakan tradisi yang terbuka untuk masyarakat dari berbagai kalangan yang berlangsung setiap malam 1 Sura. Pada malam 1 Sura ada banyak warga berjalan keliling benteng sejauh lima kilometer tanpa berbicara, merokok, makan atau minum.

Halaman:

Editor: Antonius P.W

Tags

Terkini

ISI Yogyakarta Kembali Gelar Wisuda Luring

Sabtu, 17 September 2022 | 15:45 WIB
X