• Senin, 26 September 2022

Penembak Hiu Tutul Yang Mati Di Kulon Progo Diburu, Diancam Pasal Ini

- Rabu, 27 Juli 2022 | 14:12 WIB
Evakuasi hiu tutul yang mati di Pantai Kulon Progo (Istimewa)
Evakuasi hiu tutul yang mati di Pantai Kulon Progo (Istimewa)

SiJOGJA.COM : Jajaran Polisi Balai Konservasi Sumber Daya Alam Daerah Istimewa Yogyakarta (BKSDA DIY) tengah memburu siapa kiranya pelaku penembakan hiu tutul yang ditemukan mati terdampar di muara Sungai Bogowonto, Pantai Congot, Temon, Kulon Progo Rabu 27 Juli 2022.

"Penembakan hiu itu bisa dijerat pasal perburuan satwa liar," kata personil Polisi Hutan BKSDA DIY, Gunadi.

Gunadi menuturkan, meski bekas luka tembakan yang ditemukan pada tubuh hiu itu sementara diduga bukan penyebab utama kematian hiu sepanjang 8,7 meter itu. Namun sudah bisa disangkakan dengan dugaan pelanggaran Undang Undang Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya.

"Bagaimanapun, hiu tutul ini memiliki peran penting menjaga ekosistem rantai makanan di laut, jadi perburuan terhadapnya tak bisa dibenarkan," kata dia.

Pada tahun 2000 sendiri, hiu tutul masuk dalam daftar merah untuk spesies terancam oleh International Union for Conservation of Nature (IUCN) dengan status rentan.

Gunadi menambahkan, pihaknya belum bisa menduga siapa kiranya penembak hiu tutul itu. "Kalau nelayan yang biasa beroperasi di pesisir selatan Yogyakarta sepertinya tidak mungkin, mereka tak memiliki peralatan pendukunng dan alat tembak untuk berburu hiu seperti itu," kata dia.

Alat tembak yang digunakan pada hiu itu sejenis perangkat yang menggunakan peluru seperti busur atau tombak dengan ujung berupa jangkar atau pengait untuk menarik tubuh hiu itu ke daratan.

"Dugaan sementara kematian hiu bukan karena tembakan itu karena lubang bekas tembakan hanya sedalam 2-3 cm dari ketebalan dagingnya yang mencapai 50 cm," kata dia.

Pelaku penembakan hiu itu gagal menangkap mamalia itu karena cukup agresif sehingga hiu itu bisa lolos melarikan diri. Meski hiu itu akhirnya tetap mati dan setelah dicek bagian organ hatinya yang rusak.

Halaman:

Editor: Antonius P.W

Artikel Terkait

Terkini

ISI Yogyakarta Kembali Gelar Wisuda Luring

Sabtu, 17 September 2022 | 15:45 WIB
X