• Sabtu, 29 Januari 2022

Kepala BPIP Enggan Komentari Pernyataan Gus Yaqut soal Kemenag Hadiah untuk NU

- Senin, 25 Oktober 2021 | 19:43 WIB
Kepala BPIP Yudian Wahyudi. (UIN Suka)
Kepala BPIP Yudian Wahyudi. (UIN Suka)

Sijogja.com - Statement Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas soal Kementerian Agama hadiah untuk NU, tengah jadi kontroversi. Ditanya soal hal ini, Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Yudian Wahyudi memilih tidak berkomentar.

"Saya non komen itu sesama anu ya, sesama pembantu presiden," kata Mantan Rektor UIN Sunan Kalijaga ditemui di Kepatihan Pemda DIY, Senin (25/10).

Yudian enggan berkomentar karena khawatir akan menjadi masalah baru lagi.

"Saya ndak anulah, saya nggak perlu berkomentar soal itu. Supaya tidak menambah masalah baru nanti gitu," ujarnya.

"Karena bagaiamanapun Kemenag BPIP itu sama-sama pembantu presiden," tegasnya.

Begitupun pula saat dimintai saran atas pro kontra kasus ini, Yudian pun tak berkomentar.

"Nggak saya untuk sementara, supaya tidak menjadi masalah nanti malah yang nggak penting lebih penting," pungkasnya.

Sebelumnya, Gus Yaqut mengklarifikasi pernyataannya disampaikan dalam forum internal keluarga besar NU. Tujuannya, lebih untuk memotivasi para santri dan pesantren.

“Itu saya sampaikan di forum internal. Intinya, sebatas memberi semangat kepada para santri dan pondok pesantren. Ibarat obrolan pasangan suami-istri, dunia ini milik kita berdua, yang lain cuma ngekos, karena itu disampaikan secara internal,” terang Menag di Solo, Senin (25/10).

“Memberi semangat itu wajar. Itu forum internal. Dan memang saya juga tidak tahu sampai keluar lalu digoreng ke publik. Itu forum internal, konteksnya untuk menyemangati,” sambungnya.

Menag juga memastikan Kemenag tidak diperuntukkan hanya untuk NU. Buktinya, kata Menag, Kementerian Agama memberikan afirmasi kepada semua agama.

“Semuanya diberikan hak secara proporsional. Ormas juga tidak hanya NU saja,” tegas Menag.

“Bahkan di Kemenag ada Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah, itu kader Muhammadiyah. Ada juga Irjen Kemenag yang bukan dari NU,” tutur Menag.

Menag menambahkan, karakter dasar dan jati diri NU adalah terbuka dan inklusif. NU hadir untuk memberikan dirinya bagi kepentingan dan maslahat yang lebih besar.

“Karena keterbukaan dan mengedepankan kemaslahatan itu sifat dasar NU,” pungkasnya.(R. Indah)

Editor: Hidayat Sijogja

Tags

Terkini

Kronologi Bupati Sleman Positif Covid-19

Selasa, 25 Januari 2022 | 17:36 WIB

Waspada, 4 Sampel Covid-19 DIY Probable Omicron

Selasa, 25 Januari 2022 | 17:32 WIB

Mahasiswa KKN UAD Kelola Bank Sampah

Jumat, 14 Januari 2022 | 07:32 WIB

Belum Berizin, Wahana Ngopi In The Sky Dihentikan

Kamis, 6 Januari 2022 | 18:14 WIB

Viral Relawan Semeru Diremehkan, Netizen Muntab

Rabu, 5 Januari 2022 | 12:32 WIB
X