HMPS BSA UAD Gelar Diskusi Dinamika Arab Kontemporer dan Peta Diplomasi Indonesia di Timur Tengah

- Kamis, 19 Januari 2023 | 13:42 WIB
Diskusi Dinamika Arab Kontemporer dan Peta Diplomasi Indonesia di Timur Tengah oleh HMPS BSA Universitas Ahmad Dahlan (UAD).
Diskusi Dinamika Arab Kontemporer dan Peta Diplomasi Indonesia di Timur Tengah oleh HMPS BSA Universitas Ahmad Dahlan (UAD).

SiJOGJA (BANTUL) - Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS) Bahasa dan Sastra Arab (BSA) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Yogyakarta mengadakan Seminar Nasional dan Kuliah Umum dengan tema 'Dinamika Perkembangan Dunia Arab Kontemporer dan Peta Diplomasi Indonesia di Timur Tengah'.

Seminar ini merupakan salah satu rangkaian acara dari Arabic World Festival (Awfest) yang dilaksanakan di ruang Amphitarium Kampus IV UAD.

Kegiatan tersebut menghadirkan pemateri Ahmad Syofian, Ph.D., Diplomat Ahli Madya Koordinator Tim Kajian Wilayah Timur Tengah Kementerian Luar Negeri RI. Acara dipandu oleh Dr. Rika Astari, S.S., M.A. yang sekaligus dosen Program Studi (Prodi) BSA UAD.

Ahmad Syofian menuturkan diplomat itu 90 persen kemampuan bahasa dan 10 persen jalan-jalan.

“Dunia kerja ini terbuka untuk teman-teman yang ahli dalam berbahasa. Oleh karena itu, jangan hanya puas dengan mendalami bahasa Arab saja, tetapi pelajari juga bahasa-bahasa internasional lainnya seperti bahasa Inggris, Prancis, dan lain-lain,” ujarnya, dalam keterangan tertulis, Kamis 19 Januari 2023.

Ia menambahkan ada 21 negara berbahasa Arab, beberapa di antaranya Arab Saudi, Maroko, Sudan, Mesir, Yordania, dan Tunisia. Berbicara tentang negara Timur Tengah, tidak selamanya tentang konflik saja. Negara Timur Tengah juga memiliki potensi besar, banyak negara-negara kaya di kawasan tersebut.

“Potensi ekonomi ini diambil dari negara-negara Turki, kurang lebih ada 6 negara. Secara politik kita mengarahkan diplomasi pada perdamaian dan ekonomi. Selain 2 hal itu, masih banyak sekali potensi yang bisa digali dari dunia Arab, seperti bisnis, pendidikan, serta yang lainnya,” katanya.

Dalam pandangannya, politik luar negeri RI di Timur Tengah itu konsisten politik luar negeri bebas aktif, multilevel diplomacy, dan pendekatan komprehensif untuk isu khusus.***

Editor: Ardian Sijogja

Tags

Terkini

Mantap, RSUD Prambanan Raih Predikat Paripurna

Minggu, 29 Januari 2023 | 21:36 WIB

Cuti Bersama, Jokowi Ajak Cucu Kunjungi Solo Safari

Rabu, 25 Januari 2023 | 01:21 WIB
X