• Selasa, 6 Desember 2022

Tantangan Menciptakan Komik Era Baru, Kreator Kawakan Bagikan Ceritanya

- Sabtu, 24 September 2022 | 10:23 WIB
Pameran komik di ISI Yogyakarta
Pameran komik di ISI Yogyakarta

SiJOGJA.COM : Workshop dan Sharing Session bersama kreator komik terkemuka tanah air pada Selasa (20/9) mewarnai rangkaian ComSequence 2022; International Comic and Sequential Arts Festival yang diselenggarakan oleh prodi DKV, Fakultas Seni Rupa Institut Seni Indonesia Yogyakarta hingga 26 September mendatang berpusat di Galeri RJ Katamsi, ISI Yogyakarta.

Dalam workshop itu hadir Penulis Cerita Bumilangit, Fajar Sungging Pramudito dan Ilustrator Bumilangit, Iwan Nazif dimana keduanya membagikan berbagai rahasia proses pembuatan komik superhero seperti Sri Asih, Godam, Merpati hingga Gundala. 

Di depan seratusan mahasiswa, Iwan membeberkan bahwa dalam memproduksi komik saat ini membutuhkan kolaborasi baik antara penulis cerita dan ilustrator.

"Berbeda dengan era komikus masa lalu yang keduanya diampu oleh satu orang, kini kebiasaan sudah berubah yang membuat pilihan berkarya semakin terbuka, termasuk dari segi kreativitas," kata dia.

"Tapi menjadi ilustrator komik superhero dari Indonesia itu asyik, mengenalkan superhero Indonesia itu menyenangkan dan menantang karena sebenarnya secara usia sama dengan Batman atau Superman " kata dia.

Di Bumilangit, Iwan mengungkap transformasi komik yang dilakukan mulai membuat untuk suratkabar hingga ke media sosial daring seperti Facebook. Perubahan cara mengakses, kegemaran pembaca dan kebiasaan manusia menjadi tantangan yang menjadikan tantangan itu lebih seru. 

“Misalnya untuk Prahara, komik ini pertama kali kami buat di media cetak lalu berpindah ke Facebook. Kami berikan free untuk mengenalkan ke anak-anak digital. Kami buat lebih fresh untuk memberitahu bahwa kita punya komik superhero yang lahirnya sama seperti Batman dan Superman. Ketika berpindah ke digital, cara baca berbeda, kan scroll begitu ya. Ini yang menjadi tantangan tersendiri,” kata dia. 

“Komikus dulu lebih hebat dari masa kini, karena bisa menulis, gambar, bikin warna dengan tools yang terbatas. Saya sangat apresiasi, mereka adalah komikus sejati. Namun dengan perkembangan saat ini, tidak perlu takut tidak bisa gambar, atau tidak bisa menulis," kata dia.
 
Fajar Sungging menceritakan, bagaimana saat ia menulis Prahara yang di dalamnya memuat banyak cerita superhero Nusantara yang diakui berawal dari sebuah ide sederhana. Menurut dia, tiap penulis memiliki cara berbeda untuk menuangkan imajinasi menjadi sebuah cerita menarik untuk disajikan dalam cerita bergambar atau komik

“Tiap penulis berbeda caranya, kalau saya saat menulis Prahara, sengaja dimulai dengan sebuah set perampokan di ATM. Menggambarkan situasi genting dalam naskah. ATM yang hancur sebagai latar, banyak orang tergeletak. Meski ini fantasi dan asal membual namun pembaca percaya atas dasar tetap adanya logika yang masuk. Bagaimana fantasi bisa diterima akal, ini yang juga penting,” ungkapnya. 

Halaman:

Editor: Antonius P.W

Tags

Terkini

Komandan Korem 072/Pamungkas Main Ketoprak

Senin, 5 Desember 2022 | 20:13 WIB

Keren! Bioaqua Buka Delapan Offline Store Di Jadetabek

Minggu, 4 Desember 2022 | 23:06 WIB
X