• Kamis, 7 Juli 2022

9 Desa Wisata di Kawasan Borobudur Jadi Sasaran Sosialisasi Sadar Wisata Kemenparekraf

- Minggu, 12 Juni 2022 | 21:57 WIB
Sosialisasi Sadar Wisata Kemenparekraf di kawasan Borobudur (Istimewa)
Sosialisasi Sadar Wisata Kemenparekraf di kawasan Borobudur (Istimewa)

SiJOGJA.COM : Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf/Baparekraf) kembali menggelar sosialisasi sadar wisata.

Sosialisasi berlangsung selama dua hari sejak Jumat-Sabtu, 10-11 Juni 2022 digelar secara bertahap dan serentak di 9 Desa Wisata di Kawasan Borobudur, Yogyakarta dan Prambanan (BYP).

Dimulai sejak pertengahan Maret 2022 lalu, Sosialisasi Sadar Wisata akan berlangsung di 65 desa wisata di 6 Destinasi Prioritas Pariwisata selama tahun 2022-2023.

Sosialisasi Sadar Wisata dilakukan dengan mengangkat 3 pilar pengembangan pariwisata yang meliputi unsur Sapta Pesona, CHSE (Cleanliness, Health, Safety, and Environment Sustainability), dan Pelayanan Prima.

Kemenparekraf saat ini tengah berupaya mewujudkan pariwisata yang berkualitas dan berkelanjutan yang diantaranya meliputi empat aspek utama CHSE yakni kebersihan, kesehatan, keamanan, dan keberlanjutan lingkungan.

Dalam kesempatan sebelumnya, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Salahuddin Uno mengatakan, penerapan Sapta Pesona dan CHSE di destinasi wisata menjadi suatu hal yang sangat krusial dan penting untuk meyakinkan wisatawan, karena akan mengubah wajah pariwisata dan ekonomi kreatif.

“Saat ini wisatawan akan cenderung memilih destinasi yang mengedepankan rasa aman, nyaman, bersih, sehat dan seiring keberlanjutan lingkungan,” ucap Sandiaga Salahuddin Uno.
 
Senada dengan itu, Plt Deputi Bidang Sumber Daya dan Kelembagaan, Frans Teguh saat membuka acara Sosialisasi Sadar Wisata di wilayah BYP secara virtual pada Sabtu Pagi (11/6/2022), mengatakan,

“Sosialisasi Sadar Wisata, menjadi program strategis di tengah situasi pandemi yang tengah bergerak menuju endemi. Kita perlu menata dan memastikan upaya-upaya untuk mewujudkan pariwisata berkualitas dan berkelanjutan,” ucap Frans Teguh.

Frans menegaskan kekuatan pariwisata saat ini berada di wilayah pedesaan, sehingga hal paling mendasar dan diperlukan dalam mewujudkan pariwisata berkualitas adalah standar pelayanan sebagai tuan rumah “Para pelaku pariwisata tentu berharap para wisatawan merasa betah, nyaman, berkunjung dalam durasi yang lama bahkan akan datang kembali. Untuk itu aktivitas wisata yang ditawarkan harus memberikan pengalaman terbaik dan unik sehingga menarik bagi wisatawan,” tutur Frans.

Halaman:

Editor: Antonius P.W

Tags

Terkini

Terpopuler

X